Perairan Kepulauan Anambas merupakan lokasi yang ideal bagi perkembangan kerang mutiara (Pinctadamaxima). Ketersediaan pakan alami yang cukup serta kondisi arus yang ideal merupakan faktor utama yang mendukung keberhasilan budidaya kerang mutiara di perairan Kepulauan Anambas. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengamatan yang telah dilakukan terhadap mutiara pada kerang mutiara yang di pelihara pada rakit apung di perairan teluk Desa Bayat menunjukkan bahwa selama 12 bulan masa pemeliharaan diperoleh 90% berhasil menjadi mutiara dan 10 % dimuntahan dan mati.

Berdasarkan pengamatan bulan Desember 2018 yang dicapai yang didukung dengan kondisi perairan setempat, maka dapat diprediksikan bahwa kerang mutiara yang dipelihara saat ini, dalam kurun waktu beberapa bulan ke depan masih dapat dilakukan pemeliharaan dan perawatan mutiara untuk menghasilkan biji mutiara lebih berkualitas.

Dengan kondisi pertumbuhan kerang mutiara yang ideal tersebut, memberikan indikasi bahwa pengembangan budidaya kerang mutiara (Pinctadamaxima) di perairan Kepulauan Anambas dapat dijadikan sebagai salah satu komoditi andalan yang dapat dikembangkan menjadi salah satu industri perikanan berbasis masyarakat di masa datang.

Industri perikanan yang dimaksud adalah dengan menjalin kerjasama dan membangun pola mitra antara masyarakat sebagai pelaku utama pemasok kerang mutiara yang siap suntik, pengusaha yang berinvestasi untuk menghasilakn biji mutiara dan Pemerintah Daerah sebagai pemegang regulasi dan penyediaan fasilitas lahan serta institusi riset sebagai pemegang otoritas ilmiah.

Sekolah Tinggi Perikanan siap menjadi mitra dan pendampingan keberlanjutan kegiatan budidaya laut di kepulauan anambas. STP siap memperpanjang MOU dengan rekomendasi BPSDMKP.

Oleh : Dr. Mugi Mulyono, S.St.Pi, M.Si

 

Related posts:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *