Jakarta – “Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi ke segenap bidang kerja serta adanya faktor eksternal yang terus berkembang, maka kualitas sumberdaya manusia kelautan dan perikanan harus senantiasa ditingkatkan. Terdapat tiga aspek yang harus diperhatikan agar tujuan pendidikan tercapai dengan baik yaitu aspek pengetahuan (kognitif), aspek keterampilan (psikomotorik) dan aspek sikap (afektif). Ketiga aspek pendidikan dan pengajaran tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh yang harus dikembangkan dan diberikan secara proporsional untuk menghasilkan lulusan Sekolah Tinggi Perikanan yang handal sesuai dengan kebutuhan,” tegas Kepala Pusat Pendidikan (Kapusdik) KP Bambang Suprakto mewakili Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Sjarief Widjaja, dalam acara Pelantikan Taruna Baru STP angkatan 54 Tahun Akademik 2018/2019, pada 19 Desember 2018.

Secara resmi Kapusdik KP Bambang Suprakto melantik 297 taruna-taruni, yang terdiri Program studi (prodi) Teknologi Penangkapan Ikan 37 orang; prodi Permesinan Perikanan 50 orang; prodi Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan 67 orang; prodi Teknologi Akuakultur 71 orang; prodi Teknologi Pengelolaan Sumberdaya Perairan 36 orang; dan prodi Penyuluhan Perikanan 36 orang. Di mana 135 orang diantaranya berasal dari keluarga pelaku utama perikanan (PUMAKAN).

Dalam arahannya, turut disampaikan bahwa penyelenggaraan pendidikan pada satuan pendidikan lingkup KKP bersendikan 4 pilar utama, yakni learning to know, to do, to life togetherdan to be. Keempat pilar tersebut ditujukan untuk membangun karakter unggul dan cerdas, dengan pengembangan pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan karakter (character building).

Sistem pendidikan BRSDM – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), juga menerapkan sistem vokasi dengan pendekatan teaching factory yaitu 70 persen teori dan 30 persen praktik. Hal tersebut dimaksudkan agar satuan pendidikan dapat menghasilkan lulusan yang memiliki karakter unggul dan memiliki kompetensi sehingga menjadi tenaga kerja profesional, memiliki jiwa kewirausahaan yang kuat, serta berkarakter baik, sehingga dapat menjadi kekuatan bagi pengembangan dunia usaha dan dunia industri kelautan dan perikanan.

“Pengembangan sumberdaya manusia kelautan dan perikanan yang melalui STP hendaknya diarahkan pada pembentukan tenaga profesional yang mandiri, beretos kerja tinggi, produktif, inovatif, berjiwa wirausaha dan berjiwa bahari serta berwawasan Iingkungan. Dengan demikian saya berharap, kelak jika para taruna yang berada dihadapan kita ini lulus menjadi seorang sarjana terapan perikanan, pada mereka telah melekat lima unsur kualitas sumberdaya manusia kelautan dan perikanan yaitu Kualitas moral atas dasar ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa; kualitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK); kualitas yang bercirikan kerja keras, mandiri, cermat, disiplin dan bertanggung jawab; kualitas hubungan sosial yang terwujud dalam sikap ramah dan akhlak yang terpuji; dan kualitas jasmaniah yang prima,” tuturnya.

Sebelum dilantik seluruh calon taruna, taruni mengikuti Masa Orientasi Studi dan Ketarunaan (MOSTAR) di kampus STP tanggal 5 sd 7 September 2018. Mostar ditujukan untuk mengenal sarana, prasarana, organisasi STP dan organisasi Ketarunaan, Kegiatan Kurikuler dan Ekstrakurikuler dan Sistem Pembinaan karakter Taruna.

Setelah mengikuti Mostar Calon Taruna/i mengikuti kegiatan Latihan Dasar Kedisiplinan Taruna (LATDASLINTAR) dari tanggal 10 SD 19 September 2018, Latdaslintar untuk melatih Fisik , Mental dan Kedisiplinan taruna serta berlatih tentang tata kehidupan kampus . Setelah Latdaslintar taruna diwajibkan mengikuti kegiatan Masa Basis selama kurang lebih 3 bulan yang dimulai dari tanggal 24 September sd 19 desember 2019. Kegiatan Masa Basis merupakan bentuk literasi untuk membiasakan tata kehidupan kampus dan tanggung jawab sosial termasuk kegiatan kurikuler dan kokurikuler serta ekstrakurikuler.

Related posts:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *