Jakarta, Sekolah Tinggi Perikanan (STP) merupakan lembaga pendidikan vokasi pada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang sudah dikenal luas.Hal ini terlihat dari kiprah alumni STP telah turut mewarnai dinamika pembangunan kelautan perikanan nasional. Mengusung motto “Jalanidhitah Sarva Jivitam” yang bermakna “Laut adalah Sumber Kehidupan”, bahtera STP terus melaju mengarungi lautan sejarah peradaban dengan satu tekad, yakni memanfaatkan sumberdaya air/laut sebagai karunia Tuhan untuk kedaulatan, keberlanjutan dan kemakmuran bangsa Indonesia.

“Peranan alumni dalam memajukan kualitas suatu institusi pendidikan formal sering terlupakan. Padahal, alumni merupakan aset penting yang harus dirangkul dan dikembangkan sedini mungkin. Satu hal yang perlu disadari dan menjadi sebuah keniscayaan, semua taruna yang sukses menjalani masa pendidikan di sekolah pada akhirnya akan menjadi alumni. Artinya, salah satu indikator keberhasilan proses pendidikan dapat dilihat dari keberhasilan alumni dalam menjalankan peran mereka di jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun berbagai bidang pekerjaan yang mereka jalani secara profesional sesuai minat dan kemampuan”.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) Maman Hermawan saat memberikan sambutan pada Acara Halal Bi Halal Korps Alumni AUP/STP Jakarta Tahun 2019, bertemakan ‘Sucikan Hati dengan Silaturahmi’, pada 29 Juni 2019.

Alumni, lanjutnya, sebagai produk utama dari pabrik pendidikan bertajuk sekolah juga diharapkan mampu mengembangkan jaringan dan membangun pencitraan insitusi di luar. Pengembangan jaringan oleh alumni merupakan potensi strategis untuk membuka berbagai peluang dan meningkatkan daya saing suatu almamater karena manfaatnya yang akan berdampak secara langsung pada taruna dan sesama alumni. Penciptaan peluang usaha, kerja dan magang, kesempatan beasiswa, serta sirkulasi berbagai macam informasi penting seputar dunia pendidikan dan kerja merupakan beberapa contoh riil yang dapat dikontribusikan oleh alumni melalui jaringan yang dimiliki.

“Salah satu wadah yang perlu ditumbuhkembangkan peran dan fungsinya serta didukung keberadaannya oleh pihak sekolah adalah ikatan alumni. Melalui pengorganisasian alumni secara profesional, berbagai macam peluang dan kesempatan akan dapat terkomunikasikan dengan baik. Keberadaan alumni di berbagai bidang usaha, lapangan pekerjaan dan institusi pemerintahan dapat memberikan gambaran dan inspirasi kepada para taruna/i, sehingga pada gilirannya dapat memotivasi mereka dalam menentukan prioritas dan cita-cita ke depan,” terang Maman Hermawan.

Terlebih SDM yang dimiliki BRSDM memiliki mandat untuk melaksanakan program riset dan sumber daya manusia kelautan dan perikanan, di antaranya adalah melalui penyelenggaraan riset kelautan dan perikanan secara terpadu dengan tata kelola yang baik (good governance), peningkatan taraf pendidikan masyarakat kelautan dan perikanan (KP), Pelatihan bidang perikanan yang kompeten dan penyelenggaraan penyuluhan perikanan secara terpadu dan sinergi dengan pemerintah daerah dalam pemberdayaan pelaku utama dan pelaku usaha  KP

Di bidang ekonomi dan industri, pada tahun 2016 Indonesia memasuki era ASEAN Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sebagai konsekuensi dari berlakunya kesepakatan internasional. Beberapa persoalan mendasar yang dihadapi Indonesia dalam rangka menghadapi MEA, diantara lain yaitu: 1) masih tingginya jumlah pengangguran terselubung (disguised unemployment); 2) rendahnya jumlah wirausahawan baru untuk mempercepat perluasan kesempatan kerja; 3) pekerja Indonesia didominasi oleh pekerja tak terdidik sehingga produktivitas tenaga kerja menjadi rendah; serta 4) meningkatnya jumlah pengangguran tenaga kerja terdidik, akibat ketidaksesuaian antara lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan pasar tenaga kerja.

Melalui kegiatan ini, Maman Hermawan pun berharap STP bersama Alumni mampu mewujudkan Pengembangan enterprenuership menuju technopreneurship, penguatan dan pemberdayaan kelompok masyarakat agar mampu memanfaatkan iptek untuk meningkatkan produktifitas dan daya saing dengan didukung oleh tata kelola yang baik.

STP merupakan perguruan vokasi bidang perikanan tertua di Indonesia. Kelahiran STP diawali dengan berdirinya Akademi Usaha Perikanan (AUP) pada 7 September 1962, yang berkedudukan di Jakarta. STP telah menghasilkan kurang lebih 10.000 lulusan yang tersebar di seluruh penjuru negeri dari Sabang sampai Merauke.

Related posts:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *