Jakarta (17/11) – Dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) akan mengembangkan kawasan terbuka hijau. Hal tersebut disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat melakukan peninjauan bakal kawasan terbuka hijau tersebut di Kamal Muara, Jakarta Utara (17/11).

‘’KKP akan membangun ruang terbuka hijau, tediri dari tiga kawasan, yakni kawasan pendidikan, riset, dan edu mina wisata, yang mengedepankan konservasi dan dapat diakses masyarakat. Rencana ini merupakan salah satu perwujudan dari pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan dalam rangka pembangunan nasional Indonesia seutuhnya, bertujuan agar kehidupan dari masa kini dan masa depan dapat terjamin dengan adanya keselarasan, keserasian, dan kelestarian lingkungan serta menjaga keseimbangan fungsi lingkungan,’’ ungkap Menteri Edhy.

Untuk itu KKP mendesain kawasan ramah lingkungan dengan luas tutupan bangunan seminimial mungkin. Kawasan dengan total luasan 56,3 ha tersebut memiliki luas tutupan bangunan hanya 2,1% yaitu seluas 1,1 hektar. Bangunan yang akan didirikan pun di atas air sehingga tidak menganggu resapan air. Dengan demikian kelas untuk pendidikan (rencananya untuk kampus Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta) lebih banyak berbentuk kelas lapang, yang sangat erat dengan pendidikan vokasi. STP Jakarta bersama lembaga riset KKP menjadikan kawasan mangrove sebagai ruang untuk melakukan riset sumberdaya pesisir dan ekowisata. Terkait riset juga, Menteri menyampaikan untuk dibangun riset tentang pencemaran laut, yang mengukur kadar kualitas air laut.

Kepala BRSDM Sjarief Widjaja mengatakan, pembangunan kawasan akan memperhatikan struktur konstruksi, pencahayaan, penghawaan dan penggunaan solar panel untuk mendukung konsep ramah lingkungan. Bangunan dirancang melayang untuk meminimalisir dampak terjadinya perubahan lingkungan tambak; pencahayaan bangunan dirancang dengan memaksimalkan cahaya matahari langsung pada pagi dan siang hari melalui bukaan jendela yang lebar dan penggunaan void pada beberapa area tertentu; sirkulasi udara dirancang bersumber dari angin alami dengan bukaan pada jendela atas; selain itu penggunaan solar panel sebagai alternatif sumber energi listrik baik pada bangunan dan juga PJU Penggunaan sensor pengguna sebagai otomatisasi pengaturan kebutuhan energi terhadap cahaya, suhu & kelembapan ruangan; serta limbah yang berasal dari area aktivitas dialirkan ke satu area IPAL dan diproses dengan metode biofilter.

Untuk mewujudkan rencana ini, KKP berkoordinasi dengan Pemerintah DKI Jakarta. Kawasan yang dibangun pun sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 1 Taun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi. Turut hadir mendampingi Menteri pada peninjauan kawasan ini adalah Direktur Jenderal Perikanan Tangkap M. Zulficar Mochtar, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebijakto, Kepala Pusat Riset Kelautan Riyanto Basuki, Kepala Pusat Riset Perikanan Waluyo Sejati Abutohir, Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan Bambang Suprakto, Ketua STP Mochammad Heri Edy, serta undangan lainnya.

Related posts:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *